Malaikat Zabaniyah..

Selasa, 06 September 2011


ZABANIYAH merupakan nama malaikat yang bertugas menyiksa orang-orang di neraka dalam ajaran agama Islam. Ia digambarkan dengan memiliki sosok yang sangat garang dan sadis, tidak mengenal ampun terhadap orang yang telah masuk kedalam perut neraka. Zabaniah berjumlah 19 malaikat sebagaimana jumlah huruf Basmallah dan mereka dipimpin oleh Malaikat Maalik.
Rasulullah Saw bersabda:
"Siapa yang ingin supaya Allah selamatkan dia dari penanganan Malaikat Zabaniyah yang berjumlah 19 orang (Malaikat penjaga Neraka), maka hendaklah membaca Bismillahirrahmanirrahim, niscaya Allah buatkan untuknya, dari setiap satu huruf itu sebuah Syurga."

Malaikat Zabaniyah mengambil ahli nerakanya dengan menggunakan tangan dan kakinya.Maka salah satu dari Malaikat Zabaniyah itu dapat mengambil 10,000 orang kafir dengan menggunakan satu tangan, dan 10,000 lagi dengan memakai tangan yang lain,dan 10,000 dengan menggunakan salah satu kakinya serta 10,000 lagi menggunakan kakinya yang lain, kemudian melemparkannya keneraka. Jadi 40,000 orang kafir itu dengan sekali ambil kerana di dalam diri Malaikat Zabaniyah memiliki kekuatan dan kemampuan yang luar biasa.




Penglihatan para malaikat itu bagaikan kilat yang menyambar, gigi mereka seperti tanduk sapi, sedangkan bibir-bibir mereka menjulur sampai ketelapak kaki, kobaran api keluar dari mulut-mulut mereka, dan jarak antara kedua bahunya adalah sekitar perjalanan satu tahun. Allah tidak menjadikan dalam hati mereka rasa belas kasihan dan lemah lembut sebesar semut kecilpun. Salah seorang dari mereka ada yang menyelam dalam lautan api neraka selama 70 tahun tetapi api neraka itu tidak membahayakan atas dirinya, kerana cahaya dirinya itu dapat mengalahkan api neraka.


Betapa garang dan gagahnya malaikat zabaniyah sehinggakan api neraka amat takut kepada mereka.Malik merupakan ketua di neraka menunjukkan ia lebih garang daripada Zabaniyah.Ikutilah arahan Malik kepada api neraka yang amat tegas menjalankan perintah allah....



Malik : "Lemparkanlah mereka ke dalam api neraka,wahai zabaniyah".


lalu Malaikat Zabaniyah melemparkan mereka kedalam api neraka, mereka berteriak dengan mengucapkan: "Lailahaillallah." Akhirnya neraka itu mengembalikan mereka.


Malik:"Wahai api,kenapa kamu tidak membakar mereka?"


Api: "Bagaimana aku hendak membakar mereka, sedangkan mereka mengucapkan 'Lailahaillallah."


Malik:"Yang demikian itu adalah perintah Allah,maka kamu bakarlah mereka".


akhirnya api akur dan terus membakar mereka. Api membakar mereka bermula daripada kaki hingga ke atas. Apabila api mendekati wajah mereka...


Malik: "Jangan engkau bakar wajah mereka, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersujud dengan wajahnya kepada Dzat Yang Maha Penyayang, dan janganlah engkau bakar hati mereka, kerana hati itu adalah tempat tauhid, ma'rifat dan iman,akan tetapi mereka tetap tinggal di neraka."
 
ITULAH BALASAN ALLAH YANG PERLU KITA TAKUTI..  
Oleh karenanya muliakanlah wajah dan hatimu hanya untuk Allah, karena itu yang ditakuti oleh api neraka..
Wallahu a'lam...

Read More - Malaikat Zabaniyah..

Tujuh Pintu Neraka..

DALAM hadis dinyatakan bahawa neraka itu terdiri dari tujuh pintu. Ini berarti tujuh tingkat. Karena tiap-tiap tingkat dari neraka itu mempunyai satu pintu. Adapun nama-nama tingkat neraka itu menurut penjelasan dari Al-Qur'an dan hadis ialah:



1. NERAKA JAHANNAM


Neraka Jahannam adalah tingkatan neraka yang paling di atas sekali letaknya. Nama Jahannam juga dipakai untuk seluruh nama api neraka, mulai dari tingkatan yang paling atas, sampai kepada tingkatan yang paling bawah. Sebagaimana firman Allah yang bermaksud: "Katakanlah kepada orang kafir itu: Nanti kamu dikalahkan oleh orang Islam, dan dihimpunkan kamu ke dalam neraka Jahannam. Di sanalah tempat yang seburuk-buruknya." (Al-Imran: 12)


"Bahwasanya orang-orang yang kafir dan orang aniaya itu, mereka itu tidak akan diampuni Allah, dan tidak pula ditunjuki jalan, melainkan jalan ke neraka Jahannam. Mereka kekal dalam neraka itu selama-lamanya. yang demikian itu sangat mudah bagi Allah." (An-Nisa': 169)


Di dalam Al-Qur'an dijelaskan juga, bahwa di antara calon penghuni neraka Jahannam itu ialah:
1. Orang-orang yang durhaka, yaitu orang-orang yang senang melakukan kejahatan.
2. Orang-orang kafir, yaitu orang yang tidak beriman kepada semua rukun iman.
3. Para pengikut syaitan atau pengabdi hawa nafsu.
4. Orang-orang yang menyimpan emas dan perak tetapi tidak mau membayar zakat.
5. Orang-orang yang menimbun dosa.
6. Orang-orang yang tidak mensyukuri nikmat Allah.
7. Orang-orang yang menentang ajaran para Rasul.
8. Orang-orang munafik.


2. NERAKA LUZA


Inilah neraka tingkat kedua yang disediakan oleh Allah untuk orang-orang yang mendustakan agama dan berpaling dari ajaran Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana firman Allah yang maksudnya: "Sebab itu Kami memperingatkan kepada kamu dengan neraka Luza (neraka yang menyala-nyala). Tiada yang masuk ke dalamnya selain orang-orang yang celaka. Yaitu orang-orang yang mendustakan agama dan berpaling daripadanya." (Al-Lail: 14-16)


Adapun calon penghuni neraka Luza selain yang dijelaskan di atas adalah orang-orang yang mengumpulkan harta benda lalu menyimpannya dan tidak mau membelanjakannya di jalan Allah.


3. NERAKA HUTHAMAH


Inilah neraka tingkat ketiga. Dalam neraka inilah tempat orang-orang yang lalai mengerjakan perintah Allah kerana terpengaruh oleh harta dunia. Harta yang membuat orang derhaka. Firman Allah yang bermaksud: "Sebenarnya dia akan dilemparkan ke dalam neraka Huthamah. Tahukah engkau apakah Huthamah itu? Yaitu api neraka yang menyala-nyala. Yang membakar hati manusia. Api yang ditutupkan kepada mereka. Sedangkan mereka itu diikat pada tiang yang panjang." (Al-Humazah: 4-9)


Di samping itu pula di dalam Al-Qur'an dijelaskan secara tegas, bahawa orang-orang yang bakal dimasukkan ke dalam neraka Huthamah itu ialah:
1. Orang-orang yang pekerjaannya suka mengumpat dan mencaci orang lain.
2. Orang-orang yang mengumpulkan, menumpuk-numpuk harta benda dan bersifat bakhil.


4. NERAKA SA'IR


Inilah neraka tingkat keempat. Dalam neraka ini ditempatkan orang-orang yang memakan harta anak yatim. Dalam neraka ini mereka buta, pekak dan kulit mereka tebal seperti Bukit Uhud.


Firman Allah yang bermaksud: "Bahawasanya orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan aniaya, sesungguhnya meraka memakan api sepenuh perutnya. Dan nanti mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Sa'ir." (An-Nisa': 10)


"Barangsiapa yang ditunjuki Allah niscaya dia dapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkannya maka tidak engkau perolehi pimpinan untuk mereka selain daripadaNya. Kami himpunkan mereka itu pada hari kiamat, dihela mukanya sedangkan mereka itu dalam keadaan buta, bisu, pekak. Tempat mereka dalam neraka Jahannam. Tiap-tiap kurang nyala apinya lalu Kami tambah sampai bernyala-nyala (Sa'ir)." (Al-Israk: 97)


Di samping yang dijelaskan di atas, bahawa calon penghuni neraka Sa'ir itu menurut keterangan Al-Qur'an dan hadis di antaranya ialah:
1. Orang yang mengingkari segala apa yang diturunkan Allah.
2. Orang yang terpedaya dengan kehidupan dunia dan godaan syaitan.
3. Orang yang tidak mematuhi perintah Allah.
4. Orang yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya.

5. NERAKA SAQAR


Neraka ini menempati tingkatan ke lima. Di sinilah ditempatkan orang-orang yang tidak mahu mengerjakan solat, orang-orang yang enggan memberi makan terhadap orang-orang miskin, orang yang percaya kepada yang bukan-bukan, dan orang-orang yang tidak percaya kepada hari kiamat. Firman Allah yang bermaksud: "Di dalam syurga mereka saling bertanya tentang perkara orang-orang yang berdosa. Apakah sebabnya kamu masuk ke dalam neraka Saqar? Mereka menjawab: Kerana kami dahulunya tidak mengerjakan solat, tidak mahu memberi makan terhadap orang-orang miskin, kami percaya kepada yang bukan-bukan. Kami mendustakan hari kiamat." (Al-Mudatsir: 40-46)


Di samping itu pula calon penghuni neraka Saqar itu ialah:
1. Orang-orang yang ingkar dalam urusannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
2. Orang-orang yang ahli dalam membicarakan perkara-perkara yang batil.


6. NERAKA JAHIM


Tingkat keenam ialah neraka Jahim. Sebagaimana firman Allah yang maksudnya: 'Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka Jahim." (Al-Maidah: 86)


"Ambillah orang-orang yang berdosa itu, dan lemparkanlah mereka ke dalam neraka Jahim. Sudah itu tumpahkanlah ke kepalanya air panas buat menyeksanya. Rasailah seksaan itu, sesungguhnya kamu dahulu orang-orang yang gagah lagi mulia. Inilah seksa yang kamu ragukan di masa dahulu itu." (Ad-Dukhan: 4-5)


Di dalam Al-Qur'an dan hadis dijelaskan juga, bahawa orang-orang yang bakal menempati neraka Jahim itu di antaranya:
1. Orang-orang Islam yang berdosa.
2. Orang-orang yang melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah.
3. Orang-orang yang bermegah-megah dengan apa yang diperolehnya dan tidak mau membelanjakan hartanya di jalan Allah.
4. Orang-orang yang durhaka kepada Allah.
5. Orang-orang kafir dan mendustakan ayat-ayat Allah.
6. Orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Allah, dengan menentang para Nabi.


7. NERAKA HAWIYAH


Inilah neraka tingkatan ke tujuh, letaknya di bawah sekali atau yang sering disebut orang dengan kerak-kerak neraka. Di sinilah tempatnya orang-orang yang paling besar dosanya, termasuk juga di dalamnya orang-orang munafik. Hal ini adalah kerana orang-orang munafik itu sangat tebal kekafirannya. Berkenaan dengan neraka Hawiyah ini Allah berfirman yang maksudnya: "Dan barangsiapa yang ringan timbangan (amal baiknya), maka dia akan dilemparkan ke dalam neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? Yaitu api yang sangat panas." (Al-Qari'ah: 8-11)


Demikianlah pembagian tingkat neraka menurut para ahli tafsir dan ahli-ahli agama, termasuk di dalamnya Syeikh Qurtubi dan Imam Ghazali. Pembagian ini sesuai dengan firman Allah yang bermaksud: "Sesugguhnya neraka Jahannam itu tempat siksaan mereka semuanya. Neraka itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu itu ada bagian yang ditentukan untuk orang-orang yang berdosa." (Al-Hijr: 43-44)


Untuk dimaklumi, masing-masing tingkatan neraka itu dipenuhi dengan berbagai macam siksaan yang mengerikan, hukuman yang dahsyat serta penghinaan yang keji. Meskipun di antara satu neraka dengan neraka yang lain jenis penyeksaannya, maka sudah tentu yang lebih bawah adalah yang lebih berat dan dahsyat daripada tingkatan yang di atasnya.
Read More - Tujuh Pintu Neraka..

Jenis-Jenis Taman Surga


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal.”
(Q. S. Al Kahfi [18] : 107)


Sesuatu yang kita yakini dan kita senangi, maka kita harus mengenalnya.
Kita merindukan Allah, maka kita harus mengenal Allah
Kita mencintai Rasulullah SAW, maka kita juga harus mengamalkan sunah-sunah beliau.
Segala sesuatu dimulai dari At-Ta’aruf (pengenalan), termasuk mengenal surga, tentunya semua menginginkan menjadi penghuni surga kan..?
Terdapat 7 tingkatan surga  yaitu :


1.Surga Firdaus


Surga Firdaus diperuntukkan bagi :
a.Orang-orang yang khusu' dalam shalatnya
b.Orang-orang yang produktif dalam beramal sholeh (jauh dari al-laghwu)
c.Orang-orang yang komitmen berzakat
d.Orang-orang yang menjaga kemaluannya
e.Orang-orang yang konsisten dengan shalatnya
f.Orang-orang yang komitmen dengan amanah dan janji


“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi Surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya ” (Q.S. Al Mu’minun [23] : 1-11)


2.Surga Ma’wa

Surga Ma’wa diperuntukkan bagi :
a.Orang-orang yang senantiasa berdzikir
b.Orang-orang yang bersifat tawadhu’
c.Orang-orang yang komitmen untuk shalat malam
d.Orang-orang yang komitmen dalam beriman dan beramal shaleh
e.Para dermawan


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami) mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhan-nya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhan-nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Maka apakah orang yang beriman (sama) seperti orang yang fasik (kafir). Mereka tidak sama. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalehm maka bagi mereja surga-surga tempat kediaman sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. As-Sajdah [32] : 15-19)


3.Surga ‘Adn


Surga ‘Adn diperuntukkan bagi :
a.Orang-orang yang komitmen dalam beriman dan beramal shaleh
b.Orang-orang yang rela terhadap ketetapan dan ketentuan Allah SWT
c.Orang-orang yang memiliki khasyyatullah (perasaan takut kepada Allah)


“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka adalah Surga ‘And yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagii orang yang takut kepada Tuhannya.” (Q.S. Al Bayyinah [98] : 7-8)


4.Surga Na’im


Surga Na’im diperuntukkan bagi: para Al Muqarrabin (Orang-orang yang dekat dengan Allah).
Cara mendekat (taqarub) yang disebutkan Rasul adalah ketika sujud. Maka, perbanyaklah doa pada waktu bersujud.
“Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketentraman dan rezeki serta surga kenikmatan”(Q.S. Al-Waqi’ah [56] : 88-89)


5.Surga Dar Muqamah


Surga Dar Muqamah dinikmati oleh orang-orang yang kebaikannya lebih dominant daripada kesalahannya.
Tiga tipologi manusia :
a. kebaikan < kesalahan
b. kebaikan = kesalahan
c. kebaikan > kesalahan


“Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri, dan di antara mereka ada yang pertengahan, dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian ini adalah karunia yang amat besar. (Bagi mereka) Surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra. Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya, di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu (Q.S. Fathir [35] : 32-35).


6. Surga Maqam Amin

Surga Maqam Amin diperuntukkan bagi orang-orang yang bertaqwa
”Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman, yaitu di dalam taman-taman dan mata air-mata air (Q.S. Ad-Dukhan [44] : 51-52)



7.Surga Darus Salam


Surga Darus Salam diperuntukkan untuk orang-orang yang melakukan kebaikan “Allah menyeru manusia ke Darus Salam (surga) dan menunjuki orang yang dikehendakiNya kepada jalan yang lurus (Islam). Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya (Q.S. Yunus [10] : 25-26)




Nuansa Panorama Taman Surgawi..


1.Nuansa Taman Alam Surga


“Sesungguhnya di dalam surga terdapat sepotong pohon, di mana bayang-bayang pohon itu jika ditempuh oleh seseorang yang bepergian dengan mengendarai kendaraannya membutuhkan waktu seratus tahun tanpa henti.” (H.R. Muslim)
Hadist di atas menggambarkan bahwa surga itu LUAS!!!


2.Cuaca Taman Surga


“Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. (Q.S. Al Insan [76] : 13)
Sejuk, tidak ada yang bekerja, semuanya beristirahat


3.Menu di Taman Surga


“Apakah perumpaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring, dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya. (Q.S. Muhammad [47] : 15)

4.Tipikal Sang Bidadari


“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (Q.S. Ar Rahman [55] : 56)
Bidadari yang dimaksud adalah yang pandangannya hanya untuk suaminya..
Ibroh :
1.Penggambaran tentang surga membuat kita rindu kepadanya
2.Allah berbahasa dengan bahasa standar manusia dalam menggambarkan keindahan surga lewat firman-firmanNya.
Semoga kita menjadi bagian dari penghuni surga…
aamiin ya Mujiibassailiin...
***


Epilog :
Pada akhirnya setiap orang beriman akan masuk surga. Begitu statement terakhir dari ustadz. Perlu digarisbawahi : PADA AKHIRNYA!!! Sedangkan saat ini, kita tidak tahu seperti apa akhir dari hidup kita. Masih MISTERIUS. Bisa jadi saat ini kita sedang dalam kondisi iman yang bagus, tapi kita tak bisa menjamin, pada akhirnya nanti kita seperti apa. Bisa jadi malah dalam kondisi tak beriman. Naudzubillah… Mari terus memperbaiki diri. Terus berproses menjadi perindu surga, hingga pada akhirnya nanti… kita akan berkumpul bersama di surgaNya. Semoga.. Aamiin..
Kami merindu menjadi orang-orang shaleh…
Kami merindu memasuki surgaMu, ya Allah…
Ya Allah, bimbing hamba agar senantiasa istiqomah di jalanMu…
Read More - Jenis-Jenis Taman Surga

Puasa 6 Hari di Bulan Syawal..

Minggu, 04 September 2011



Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun." (HR. Muslim)

Dalil ini yang dibuat pijakan kuat madzhab syafi’i, Ahmad Bin Hanbal dan Abu Daud tentang kesunahan menjalankan puasa 6 hari dibulan syawal, sedang Abu Hanifah memakruhkan menjalaninya dengan argument agar tidak memberi prasangka akan wajibnya puasa tersebut….

Para pengikut kalangan Syafi’i menilai yang lebih utama menjalaninya berurutan secara terus-menerus (mulai hari kedua syawal) namun andaikan dilakukan dengan dipisah-pisah atau dilakukan diakhir bulan syawal pun juga masih mendapatkan keutamaan sebagaimana hadits diatas.

Ulama berkata “alasan menyamainya puasa setahun penuh berdasarkan bahwa satu kebaikan menyamai sepuluh kebaikan, dengan demikian bulan ramadhan menyamai sepuluh bulan lain (1 bulanx10=10 bulan) dan 6 hari dibulan syawal menyamai dua bulan lainnya (6x10=60=2 bulan).
Syarh nawaawi ‘ala Muslim VIII/56

PUASA SYAWAL bersamaan QODHO PUASA
 
Diperbolehkan menggabung niat puasa 6 hari bulan syawal dengan qadha ramadhan menurut Imam Romli dan keduanya mendapatkan pahala. Sedangkan menurut Abu Makhromah tidak mendapatkan pahala keduanya bahkan tidak sah.

“Berkata Guru kami seperti guru beliau : Pendapat yang memiliki wajah penyengajaan dalam niat (dalam masalah ini) adalah adanya puasa didalamnya maka sama seperti shalat tahiyyat masjid bila diniati kesunahan kedua-duanya juga mendapatkan pahala bila tidak diniati maka gugur tuntutannya”
(Keterangan seperti shalat tahiyyat masjid) artinya shalat tahiyyah bisa berhasil ia dapatkan saat ia menjalani kewajiaban shalat fardhu atau sunah lainnya karena tujuan niat (dalam shalat tahiyyah masjid) adalah terdapatnya aktifitas ibadah di masjid dan ini sudah terjadi.
(Keterangan diniati kesunahan) sama halnya saat ia niati ibadah fardhu
(Keterangan kedua-duanya juga mendapatkan) artinya mendapatkan pahala puasa sunah dan puasa fardhu
(Keterangan bila tidak ia niati) artinya ia tidak niat puasa sunah tapi hanya niat puasa fardhu saja
(Keterangan maka gugur tuntutannya) artinya tuntutan puasa sunnahnya karena telah tercakup dalam puasa fardhu.
I’aanah at-Thoolibiin II/271


Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun." (HR. Muslim)

Bila melihat Dzohirnya hadits seolah memberi pengertian tidak terjadinya kesunahan 6 hari bulan syawal saat ia niati bersamaan dengan qadha ramadhan namun Ibn Hajar menjelaskan mendapatkan kesunahan dan pahalanya bila ia niati sama seperti puasa-puasa sunah lainnya seperti puasa hari arafah dan asyura bahkan Imam Romli mengunggulkan pendapat terjadinya pahala ibadah-ibadah sunah lainnya yang dilakukan bersamaan ibadah fardhu meskipun tidak ia niati selama tidak terbelokkan arah ibadahnya seperti ia niat puasa qadha ramadhan dibulan syawal dan ia niati sekalian puasa qadha 6 hari dibulan dzil hijjah (maka tidak ia dapati kesunahan puasa syawalnya).

Disunahkan menjalankan puasa 6 hari dibulan syawal meskipun ia memiliki tanggungan qadha karena ia menjalani berbuka puasa dibulan ramadhannya.

Abu Makhromah dengan mengikuti pendapat al-Mashudi berkeyakinan tidak dapatnya pahala keduanya bila ia niati keduanya bersamaan seperti saat ia niat shalat dhuhur dan shalat sunah dhuhur bahkan Abu Makhromah menyatakan tidak sahnya puasa 6 hari bulan syawal bagi yang memiliki tanggungan Qadha puasa ramadhan secara muthlak.
Bughyah al-Mustarsyidiin Hal. 113-114

QADHA PUASA karena RAGU-RAGU

Diharamkan menjalankan puasa dengan niat QADHA dengan alasan karena ihtiyaath (hati-hati) selama ia yakin atau memiliki sangkaan kuat tidak memiliki tanggungan mengqadha puasa ramadhan dan boleh menjalaninya bila ia ragu-ragu.

Barangsiapa yakin atau memiliki sangkaan kuat tidak memiliki kewajiban mengqadha puasa ramadhan maka haram baginya puasa dengan diniati qadha karena sama halnya dngan mempermainkan ibadah namun barangsiapa ragu-ragu diperbolehkan dengan niat puasa qadha bila memiliki tanggungan qadha dan puasa sunnah bila tidak memiliki tanggungan.
Ahkaam al-Fuqahaa II/29

Dapat diambil kesimpulan dari masalah wudhu ini, sesungghnya bila seseorang ragu-ragu atas kewajiban mengqadha baginya kemudian puasa dengan niat mengqadhainya bila ada tanggungan dan niat puasa sunnah bila tidak memiliki tanggungan maka juga sah niatnya dan qadha puasanya juga terjadi bila memang tanggungan tersebut diperkirakan terdapat padanya bahkan andai telah nyata sekalipun baginya namun bila ia tidak memiliki tanggungan, puasanya menjadi puasa sunnah.
Fataawy al-Fqhiyyah al-Kubraa II/90
Read More - Puasa 6 Hari di Bulan Syawal..

Atas Nama Cinta..

Sabtu, 03 September 2011

(Aku tak mudah untuk mencintai, aku tak mudah mengaku ku cinta, aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta,,,,,,)



Atas nama Cinta..
Jika ia menyapaku duhai Robb,
Jadikanlah ia sebagai pembimbingku pada Ridho-Mu,
Dan lindungilah aku dari maksiat pada-Mu,.


Jika ia menyapaku ya Rohman,
Jangan biarkan aku lupa akan Cinta-Mu,
Cinta yang hakiki yang takkan pernah terganti..


Cinta mestinya bagai sepasang sayap yang membawa kita terbang tinggi,
Cinta mestinya bagai udara yang membuat kita selalu memiliki harapan,
Tapi Cinta juga mestinya bagai lukisan yang tak kunjung selesai,
Dengan begitu kita tak pernah meninggalkannya..


Saat kau bertanya, apakah aku mencintaimu..?
Aku hanya diam..
Walau sesungguhnya didalam lubuk hatiku tersembunyi harapan yang suci,
Tak perlu kau meragukannya, tak usahlah kau menerkanya,
Dan sungguh tak mampu ku utarakan dengan kata-kata,
Karena lidahku pun kelu untuk menyatakannya..


Cinta..
Sebanyak apapun alasan yang ada padamu,
Alasan yg membuat dirimu sempurna atau biasa dipandangan ini,
Biarkan aku mencintaimu karena Alloh..
Dan biarkan aku mencintaimu dalam hening,
Hingga saat kita dipertemukan olehNya dalam ikatan yang suci..


Dan aku akan menunggumu dengan serpihan rindu yang kau torehkan dalam kalbu,
Aku akan menunggumu dengan menepikan diriku diredupnya hatiku,
Aku akan tetap menunggumu hingga dibatas waktu...

Read More - Atas Nama Cinta..

It is HIS Secret


Saat cinta datang menyapa..
Hadirkan Alloh selalu,.
Agar ketika cinta itu tak dapat tersentuh,
Kau tak perlu tersungkur lama,
Kan ada ikhlas dihati tuk melepaskannya,
dan  kau pun kan yakin bahwa cinta yang baru akan tiba...


Saat cinta merengkuh jiwa,
Hadirkanlah Alloh dalam hatimu selalu,.
Agar ketika cinta itu hadir kau tak terlena dibuatnya,
Ada rasa syukur dihati karena mendapatkannya,
dan kau yakin ini smua karena campur tanganNya Yang Maha Kuasa...


Duhai engkau yang jauh disana,.
Simpan kata-kata manismu,
Percayalah....
Tanpa untaian janjimu, jantung hati ini milikmu,
Jiwa dan raga ini adalah untukmu,
Tapi nanti saat telah terucap Ijab Qobul atas namaku karena Alloh...


Disini.. dalam sunyinya malam-malam istikhorohku,
Tetap ku rajut benang-benang Doa,
hmm..... ingin rasanya ku petik namamu,
Tuk ku selipkan dalam sujud Doa Cintaku,
Tapi Alloh mengatakan "Jodohmu masih rahasia"


Duhai Robb,.
Dengan namaMu kutitipkan rinduku untuknya,
Jangan kau tambah rindu ini ya Robb,
Agar tidak merusak rindu kami padaMu,
Jika saat ini aku terlihat sedang menunggu,
Sesungguhnya aku bukan sedang "menunggumu"
Melainkan menunggu jawaban Illahy Robby,
untukku dan dirimu...


Jodoh sama halnya dengan kematian,
Yaitu rahasiaNya yang tersembunyi dalam tabir  keghaibanNya dan tersimpan dengan indah
dalam tiap lembar daun diLauhul Mahfudz...
Just Believe in HIM and remember it is SECRET,, hikz ^^
Read More - It is HIS Secret

Gerimis Doa..

Sabtu, 27 Agustus 2011


Semesta mulai bangkit ketika kubaca pesan-Mu
Tentang gemuruh petir dan cahaya kilat
Dalam heningku aku tak pernah tahu
Wajah pagi yang melahirkanmu
juga matahari yang membakar jejakMu
Namun, ku mulai berdoa saat itu
Dalam gerimis yang mulai menasbihkan nama-Mu

Sejenak angin penghujung tahun menyampaikan pesan-Mu yang hangat,
musim pun tak mampu meretakkan sendiku,
lalu kulihat pintu riwayat yang terbuka
dan tangan kukuhMu merengkuh ujung rasaku
seperti selaksa langit..
hatiku mekar dalam tafakur yang tak pernah pudar

Semenjak gerimis doa menasbihkan nama-Mu
jarak ini selalu membuatku ingin kembali
ke pantai yang telah lama ku tinggalkan
dan ingin ku bangun lagi surau bercahaya di sudut lintasan waktu..

Lalu ingin kutuliskan dalam mushaf-mushaf perjalanan waktuku
juga pada angin yang menghembuskan segenap cintaku untuk-Mu

agar Kau tahu rapuhnya gerimis dalam genggamanku
dan agar Kau rasakan doa-doa tak pernah putus dari bibirku
yang selalu melafadzkan nama-Mu..
Read More - Gerimis Doa..

Islamic Clock

Demi waktu

My music

SCM Music Player - seamless music for your Website, Wordpress, Tumblr, Blogger.